Sunday, October 11, 2009
Tuesday, September 29, 2009
Sunday, June 7, 2009
madu..
Senin, 01 Juni 2009
أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَخِي يَشْتَكِي بَطْنَهُ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا ثُمَّ أَتَى الثَّانِيَةَ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا ثُمَّ أَتَاهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ اسْقِهِ عَسَلًا ثُمَّ أَتَاهُ فَقَالَ قَدْ فَعَلْتُ فَقَالَ صَدَقَ اللَّهُ وَكَذَبَ بَطْنُ أَخِيكَ اسْقِهِ عَسَلًا فَسَقَاهُ فَبَرَأَ
Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt, yang telah mengundang kita untuk hadir, hingga turunlah Cahaya Keagungan Ilahi ke bumi Jakarta ini yang telah disiapkan turun dan sampai kepada namaku dan nama kalian di majelis ini untuk dilimpahi Rahmat dan Anugerah Ilahi, untuk mencapai keluhuran dan kedekatan kehadirat Allah agar semakin dekat kepada Allah, semakin dicintai Allah, semakin diampuni Allah, semakin dekat kepada Kasih Sayang Ilahi yang selalu menaungi hamba- hambaNya ditawarkan kepada segenap keturunan Adam yang hidup di atas permukaan bumi yang milik Allah, langit dan bumi yang milik Allah ditawarkan kepadaku dan kepada kalian kedekatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat dari Sang Pemilik dunia dan akhirat.
Allah Swt berfirman “Dialah yang menurunkan air dari langit untuk kalian”. Diberikan kalimat yang demikian indah “Huwalladzii anzala minassamaai maa anlakum..” diturunkan oleh Allah Swt, air dari langit untuk kalian; QS. An-Nahl : 10. Kalimat kalian ini mencapai seluruh hamba – hambaNya, mereka yang hidup (tentunya keturunan Adam yaitu kita). “minhu syarabun..” dan darinya kalian mendapatkan minum kalian, dengannya muncul sumur – sumur menjaga endapan air di perut bumi, menjaga penyimpanan air di danau dan di sungai – sungai; QS. An-Nahl : 10. Itulah air yang Allah turunkan dari langit untuk mengatur siklus kehidupan kita. “..waminhu syajarun fiihi tusiimuuna” dan juga muncul kehidupan pepohonan dan tumbuhan, dan kalian memberi minum hewan - hewan ternak kalian; QS. An-Nahl : 10. “Yumbitu lakum bihi azzar a’wazzaituna wannakhila wal a’naaba wamin kulli tsamaraati” ditumbuhkan untuk kalian semua ladang dan yang kalian tanam, juga pembuahan semacam zaitun (buah – buah zaitun) dan buah – buah kurma dan buah – buah anggur dan terus tumbuh dipermukaan bumi sebab turunnya air dan juga dari semua jenis tumbuh – tumbuhan lainnya; QS. An-Nahl : 11. “..inna fii dzalika la ayatalliqaumin yatafakkaruna” sungguh dalam hal ini terdapat tanda – tanda bagi mereka yang mau berfikir. Betapa semua yang ada di alam ini diatur dengan pengaturan yang multi sempurna dari Yang Maha Sempurna. Dan kesemua ini tanda Kasih Sayang Illahi.
Demikian Allah katakan, ditundukkan untuk kalian siang dan malam, siang membawa cahaya sinar x yang memperbaiki tubuh kita, malam hari dijadikan bahwa tetumbuhan itu menyerap lebih banyak oksigen dan kelembapan terjaga dengan adanya malam hari.. Dan demikian Allah mengatur kehidupan ini. “wasakhkhara lakumullaila wannahara wasysyamsa wal qamara wannujuumu musakhkharatum bi amrihi” dan bintang – bintang menjadi penunjuk yang ditetapkan oleh Allah Swt dan taat kepada perintah Allah; QS. An-Nahl : 12. Seluruh alam semesta ini “..musakhkharatum bi amrihi” semua alam semesta ini, dari seluruh jutaan galaksi yang ada di angkasa raya sampai butiran terkecil sel tubuh kita tunduk kepada perintah Rabbul Alamin, Dialah (Allah) Yang Maha Mengatur.
Allah Swt berfirman didalam QS. An-Nahl yang diwahyukan kepada lebah “wa awhaa Rabbuka illannahli anittakhidzii minal jibali buyutan waminasysyajari wa mimma ya’risyuuna; tsumma kulii min kullisysyamarati faslukii subula Rabbiki dzululan yakhruju mim buthuuniha syarabun mukhtalifun alwaanuhu, fiihi syifaa’ullinnaas, inna fidzalika la ayatalliqaumin yatafakkarun” QS. An-Nahl : 68 – 69
“Tsumma kulii min kullisysyamarati” lantas kalian (lebah) boleh makan semua buah – buahan dan bunga – bunga dari segala jenis. “Faslukii subula Rabbiki dzululan” jalankan perintah – perintah Tuhanmu yang memilikimu wahai lebah dengan tunduk dan patuh, maka lebah itu pun tunduk dan patuh. Ia hanya makan daripada sari buah – buahan. “Yakhruju mim buthuuniha syarabun mukhtalifun alwaanuhu” keluarlah dari perut lebah itu minuman atau cairan yang berbeda warna. Yaitu ada madu yang putih, madu kuning dan madu yang agak gelap menghitam. Mempunyai cairan yang beragam warna. “Mukhtalifun alwaanuhu fiihi syifaullinnaas” madu itu cairan yang keluar dari lebah yang mengandung penyembuh bagi manusia. “Inna fidzalika la ayatalliqaumin yatafakkarun” didalam kejadian itu terdapat tanda – tanda kebesaran Allah bagi mereka yang mau berfikir.
Para ilmuwan juga menemukan bahwa kesempurnaan lebah yang betul – betul diatur oleh Allah itu, mereka menjaga kelembapan madu karena diperintah oleh Allah untuk berkhidmah kepada keturunan Adam dengan madunya maka mereka pun menjaganya walaupun berlebihan yang disimpan di sarangnya. Bahkan suhunya pun dijaganya oleh para lebah itu. Dikatakan oleh para ilmuwan kita, Prof. Dr. Harun Yahya bahwa pada sarang – sarang madu itu ada pintu – pintunya untuk lebah – lebah yang tugasnya menjaga agar suhunya tetap 35°Celcius selama 10 bulan. Apabila cuaca didalam sarang itu dingin maka mereka mengibaskan sayapnya ke arah luar, agar udara yang ada disarang itu keluar sehingga suhu panasnya naik hingga 35°Celcius, namun sebaliknya apabila cuaca didalam sarang panas maka ia mengibaskan sayapnya menghadap ke arah dalam, agar udara masuk kedalam sarang dan suhu terjaga agar tetap 35°Celcius.
Inilah Nabi agung, idolaku dan idola kalian dan beruntunglah orang yang mencintai beliau saw. Sebagaimana sabda beliau saw “almar u ma’a man ahab” seseorang bersama dengan orang yang ia cintai, demikian riwayat Shahih Bukhari. Dan hadirin – hadirat, hadits ini memanggil semua jiwa untuk mau atau tidaknya mereka bersama Sayyidina Muhammad Saw, maukah kita bersama Rasulullah Saw? Hadits ini telah membuka gerbang luas agar kita bersama Muhammad Rasulullah Saw. Cintailah Nabi kita Muhammad Saw.
Manusia yang paling sempurna, manusia yang paling indah untuk dipanut, ialah Sayyidina Muhammad Saw. Berkata Abu Hurairah radiyallahu anh ketika sedang duduk memandang wajah Sang Nabi saw seraya berkata “ya Rasulullah, idza ra;aynaaka raqqat quluubinaa” ya Rasulullah jika kami memandang wajahmu terangkat jiwa kamikepada kekhusyu’an. Hadirin – hadirat, bisakah kau bayangkan memandang satu wajah yang membuatmu semakin khusyu’..?. Itulah wajah seindah – indah ciptaan Allah yaitu Sayyidina Muhammad Saw.
Rasul saw bersabda, diriwayatkan oleh Al Imam Bukhari dalam kitabnya Adabul Mufrad “alaa unabbi’ukum bi khiyarikum? Humul ladzina idza ru-uu dzukirallah”maukah kalian kuberitahu orang – orang yang mulia diantara kalian? Orang yang jika kalian lihat wajahnya, membuat kalian ingat kepada Allah dan berdzikir kepada Allah. Merekalah para shalihin, kalau para shalihin saja demikian maka lebih – lebih pemimpin para shalihin yaitu Sayyidina Muhammad Saw. Hadirin, demikian keadaan para sahabat. Mereka (radiyallahu anhum) bukan ahlul ghaflah, mereka ahlul khusyu’ yang siang harinya penuh ibadah, malam hari penuh ibadah, siang dan malamnya penuh sujud, tasbih, dzikir dan munajat. Semua itu mereka dalam puncak kekhusyu’an, dan kekhusyu’an mereka ternyata lebih memuncak ketika memandang wajah Sayyidina Muhammad Saw.
Faquuluuu jamii'an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasululla h
Muncul pertanyaan kepada saya tentang hukumnya mengikuti tarekat. Ini banyak sekali ditanyakan. Tentunya tarekat itu mengambil dari kaliamat thariqah yaitu metode untuk mencapai kekhusyu’an dan kedekatan kepada Allah Swt. Jadi tarekat itu ada yang bathil dan ada yang haq. Ada yang berjalan dengan kebenaran, ada yang berjalan dengan kesesatan maka pandai – pandailah memilih. Mengenai yang dijalankan di sebagian besar Indonesia ini adalah Thariqah Alawiyyah yaitu thariqah yang para habaib dan para ulama kita. Thariqah Alawiyyah dinamakan induk dari semua thariqah. Karena thariqah ini memadukan haqiqah dan syari’ah. Hakekat dan syari’at dipadu dalam thariqah alawiyyah. Hingga yang diajarkan didalam thariqah alawiyyah adalah sesuai dengan sunnah Sang Nabi saw. Apa diantaranya ajaran – ajaran thariqah alawiyyah? Diantaranya Ratib Al Aththas, Ratib Al Haddad, kesemuanya dari hadits – hadits Rasulullah Saw. Thariqah Alawiyyah tidak ada hal yang keluar dari sunnah Sang Nabi saw, oleh sebab itu disebut thariqah induk dari semua thariqah karena menyatukan syari’ah dan haqiqah. Hakekat dan syari’ah dipadu menjadi satu dalam tuntunan thariqah alawiyyah.
Wednesday, May 13, 2009
Tuesday, April 7, 2009
Sunday, March 29, 2009
Thursday, February 19, 2009
onday, January 26, 2009
Tokoh Sunnah- Habib Muhammad bin Sayyid 'Alawi
Di dalam sebuah hadits yang lain riwayat daripada Abdullah bin ‘Amr bin Ash رضي الله عنهما:
Pada waktu sahur sekitar jam 4.30pagi (waktu Mekah) hari Jum’at 15 Ramadhan 1425H bersamaan 29 Oktober 2004M umat Islam diseluruh dunia dikejutkan dengan berita kewafatannya. Beliau wafat setelah lebih kurang 2jam setengah menamatkan kuliah terakhirnya bersama lebinh daripada 600 orang muridnya. Seluruh masyarakat dunia yang mengenali beliau diselubungi rasa sedih yang mencengkam, menangisi pemergian beliau untuk selamanya. Dunia Islam kehilangan seorang ulama besar yang gigih menegakkan dan mempertahankan yang golongan ahli sunnah wal jamaah yang diwarisi dari zaman Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم, ulama yang tidak mengenal letih dalam mendidik, mentarbiah, menyebarkan ilmu, berdakwah, sebagainya. Ulama yang kuat mempertahankan prinsip walaupun pelbagai tekanan diberikan kepadanya oleh golongan yang memusuhinya (yakni Wahhabi di Saudi). Ulama yang mampu mematahkan segala hujjah mereka yang menentangnya. Kewafatan suatu kehilangan yang amat besar bagi dunia Islam.
Jenazahnya pertama kali disholatkan di rumahnya di Rushaifah diimamkan oleh adindanya Sayyid Abbas. Kemudian di bawa ke Masjidil Haram dengan diiringi hampir duaratus ribu pencintanya, dan disholatkan dihadapan ka’bah oleh ribuan manusia dengan diimamkan oleh Imam Subayl.

Dikhabarkan bahwa sebelum beliau رضي الله عنه meninggal dunia, beliau ada menghubungi seorang pelajar lamanya di Indonesia melalui telefon dan bertanyanya adakah dia akan datang ke Mekah pada bulan Ramadhan ini. Apabila muridnya menjawab tidak, Sayyid Muhammad berkata: Tidakkah engkau mahu menghadhiri pengebumianku? Allahu Allah.
Kini sudah 4 tahun beliau رضي الله عنه meninggalkan kita. Walaupun jasadnya tiada bersama kita namun dia hidup dihati kita. Beliau رضي الله عنه sentiasa berbicara dengan kita melalui kitab-kitab yang beliau tinggalkan … tarbiah beliau berjalan melalui segala adzkar dan ahzab yang beliau ijazahkan. Itulah dia al-Habib as-Sayyid Muhammad al-Hasan bin Sayyid ‘Alawi bin Sayyid‘Abbas bin Sayyid ‘Abdul ‘Aziz bin Sayyid ‘Abbas bin Sayyid ‘Abdul ‘Aziz bin Sayyid Muhammad al-Maliki bin Sayyid Abdul ‘Azizi al-al-Maliki al-Makki al-Hasani al-Idrisi رضي الله عنهم

Maka sebagai memperingati hari hol beliau رضي الله عنه, maka ingin aku menulis sedikit mengenai beliau رضي الله عنه. Walaupun aku hanya sekadar pernah menatap wajahnya didalam masa yang singkat namun dengan pertalian sanad ilmu dengannya, bersuhbah dan mengikuti majlis pengajian mereka yang pernah bersamanya atau yang pernah dididik beliau, membaca dan mempelajari kitab karangan beliau, sudah cukup untuk aku mengenali, mengingati, menyayangi dan merinduinya …….. Oleh ingin aku kongsikan disini adalah beberapa pesanan dan wasiat beliau secara terpilih dan ringkas. Moga-moga dengan ianya dapat mengingatkan kembali aku khususnya dan pengunjung al-Fanshuri umumnya kepada pesanan atau wasiat, ulama besar yang merupakan guru kita yang mulia ini … wasiat atau pesanan ini ada tercatat didalam kitab al-Iqd al-Farid al-Mukhtashar minal Atsbat wal Asanid karangan beliau.

Diantara wasiat beliau رضي الله عنه:
- aku mewasiatkan orang yang telah aku ijazahkan dan diriku supaya senantiasa bertaqwa kepada Allah, membetulkan niat menuntut ilmu dengan ikhlas dan jujur kerana menuntut keredhaan Allah semata-mata
- aku mewasiatkan juga supaya bersungguh-sungguh menuntut ilmu
- aku mewasiatkan supaya menjadi al-Quran sebagai witid ,bertafakkur tentang kandungan ayat-ayatnya sesempurna yang mungkin dan mendalami mutiara-mutiara maknanya untuk mengeluarkan daripada perbendaharaan dan permatanya sesuatu yang melapangkan dada mu, menambahkan lagi keyaqinan dan agammu, menghadirkan kebesaran pemiliknya (Allah)
- aku juga mewasiatkan supaya menjadikan bacaan kitab-kitab shufi sebagai wirid. Maka perkemaskan renangan kamu didalamnya.jadikan ia sebagai shahabat dan teman mesra pada waktu pagi dan petang dan pegangan kamu pada semua keadaan. Taklifkan diri kamu untuk beramal dengan isi kandungnya dan meninggalkan perkara-perkara yang ditegahnya.
- aku juga mewasiatkan kepada kamu supaya berakhlaq baik terhadap semua manusia ….. jadilah kamu manusia yang paling lemah lembut dan bersopan santun, memaafkan orang yang menzalimi kamu, memberi kepada orang yang memutuskan hubungan dengan kamu dan membalas orang yang melakukan kejahatan terhadap kamu dengan kebaikan. Maafkan kesalahannya terhadap kamu sekalipin kesalahannya itu besar. Kasihilah orang-orang faqir dan lemah, duduklah bersama orang-orang miskin dan hadiri semua majlis mereka tanpa merasakan bahwa kamu mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada mereka, tetapi rasakanlah bahwa kamu merupakan orang yang paling hina dikalangan mereka.
- aku juga mewasiatkan kamu dengan sifat wara’ kerana ia merupakan asas agama ini dan pegangan orang-orang yang matlamatnya untuk mennuntut redha Allah
- aku juga mewasiatkan supaya bersangka baik terhadap Allah dan sekalian kamum Muslimin kerana sifat tersebut mengandungi segala keuntungan
- aku juga mewasiatkan supaya bersungguh-sungguh menyebarkan ilmu dan mengajar manusia …
Beliau رضي الله عنه mengakhiri wasiatnya dengan wasiat yang dikhabarkan oleh ayahanda beliau, al-Habib as-Sayyid ‘Alawi ibn Sayyid ‘Abbas al-Maliki daripada al-Habib ‘Alawi ibn Thohir al-Haddad, sebagaimana wasiat beliau kepada ayahandanya:
Hendaklah orang yang diijazahkan menjadikan sebuah kitab tertentu sebagai rujukan dan peringatan terutama apabila sibuk berdakwah kepada Allah. Perkara pertama yang perlu dilazimi oleh orang yang ingin berdakwah selepas memeahami hukum-hakam syariat ialah mengetahui segala janji baikNya bagi orang yang melakukan ketaatan dan janji burukNya bagi orang yang melakukan ma’siat yang terkandung di dalam al-Quran dan Hadits.
Maka kepadanya hati-hati sentiasa berasa rindu dan didalamnya terdapat cahaya iman. Untuk mengetahui semua perkara tersebut, memadailah dengan membaca kitab an-Nasho`ih ad- Diniyah wal Washoya al-Imaniyah (karangan al-Imam al-Habib Abdullah al-Hadddd). Sekalipun ia ringkas tetapi telah mengumpulkan perkara-perkara yang tidak dapat itdak diperlukan oleh semua orang Islam.
Sekiranya hendak mengetahui thariqat yang khusus dan adab yang telah disyariatkan, hendaklah melazimkan membaca kitab ad-Dakwah at-Tammah wat Tazkirah al-‘Ammah (karangan al-Imam al-Habib Abdullah al-Hadddd). Jangan membaca tujuan untuk mengambil berkat sebagaimana mereka katakan, tetapi berazam membacanya untuk mendapatkan kefahaman dan memberi kefahaman kepada orang lain. Maka keberkatan yang sebenar ialah apabila disertakan dengan amal. ………..
……… berwaspadalah daripada menjadikan suatu kebiasaan hanya mengulang-ulang membaca permasalahan fiqih, siang dan malam, semasa tua dan muda tanpa membacak itab agama yang lain seperti ilmu tafsir, hadits dan tasawuf. Dengan membataskan bacaan hanya kepada kitab-kitab fiqih adalah suatu kelemahan, kejumudan dan menjauhkan diri daripada akhlaq yang baik serta mewariskan kekerasan hati. Demikianlah telah diperkatakan oleh syaikh-syaikh kami dan lain-lainnya ………
…. Kemudin beliau berkata: Apabila zaman telah menjadi zaman bid’ah, fitnah, kesamaran, maka hendaklah penuntut-penuntut ilmu mempersiapkan dirinya untuk menjadi salah seorang daripada orang-orang yang mempertahankan agama Allah dan menegakkan hujjahNya di tas muka bumi. Seseorang itu tidak akan mampu menjadi seperti itu, jika tidak mengambil setiap ilmu dengan secukupnya. Sesiapa yang memohon pertolongan Allah, maka Allah akan membantunya …….
لعلي أن أنال بهم شفاعة
mudah-mudahan bahawa mendapat aku dengan mereka itu akan syafa' at
Ya Allah kurniakanlah rahmat dan kesejahteraan keatas nendanya, Nabi al-Amin, penghulu kami Muhammad dan keatas keluarga dan shahabat-shahabatnya sekalian.
UTUSAN ONLINE
UTUSAN ONLINE- Luar Negara
HARAKAHDAILY.NET
TRANUNGKITE ONLINE V8
PALESTINKINI
- Konvoi bantuan Gaza , George Galloway kandas.
- Al-Qassam: Kami tidak akan benarkan musuh memeras ugut untuk dapatkan sesuatu yang gagal mereka dapatkan melalui peperangan.
- Al-Zahhar: Palestin perlukan Mesir seperti manusia perlukan air dan udara.
- Nassif : Tiada tahanan Hamas yang dibebaskan di Tebing Barat.
- Hamas ada bukti mayat tentera Zionis.
ERAMUSLIM
SUARA ANAK MUDA
JARINGAN DAKWAH TAJDID SEGAR
Sumbangan kepada Aman Palestin
BIMB 12029010047880
MayBank 562263010787
Dana Pengurusan :
Muamalat 12070005133717
Sunday, January 4, 2009
sejarah..
yang betul... istilah siam... bahasa tu betul ... yg lain ke







